Terungkap! Program INTEGRITAS Lapas Rantauprapat Bawa Warga Binaan Kembali Dekat dengan Masyarakat

Terkini 03 Oct 2026 10:21 • 3 min read • 11 views • By Faisal
Terungkap! Program INTEGRITAS Lapas Rantauprapat Bawa Warga Binaan Kembali Dekat dengan Masyarakat
“Jelang Bebas, Berbuat Nyata, Kembali dengan Kepercayaan.”

LABUHANBATU, MATANUSANTARABERITA.my.id — Masa menjelang bebas tidak hanya menjadi waktu bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat untuk mempersiapkan kepulangan. Melalui program INTEGRITAS, mereka diberi ruang untuk kembali berinteraksi sekaligus memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Kegiatan pengabdian sosial tersebut digelar di Kelurahan Ujung Bandar, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (2/10/2026). Warga binaan pra bebas terlibat dalam pembersihan dan penataan lingkungan mulai dari Kantor Lurah Ujung Bandar, kawasan di depan SD Ujung Bandar, hingga Simpang Jalan Juang 45.

Sejumlah area fasilitas publik dibersihkan dan dirapikan. Kegiatan itu menjadi bagian dari pembinaan yang diarahkan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kesiapan warga binaan sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Program INTEGRITAS digagas Khairul Bahri Siregar melalui proyek perubahan bertajuk Integrasi Layanan Reintegrasi Sosial Melalui Transformasi Pemasyarakatan dalam Membangun Jembatan Penerimaan Kembali Narapidana ke Masyarakat.

Khairul mengatakan, proses reintegrasi sosial idealnya tidak baru dimulai ketika warga binaan telah keluar dari lapas. Persiapan perlu dilakukan sejak masa menjelang bebas agar mereka memiliki pengalaman berinteraksi secara positif dengan masyarakat.

«“Proses reintegrasi sosial seharusnya dimulai sebelum warga binaan benar-benar kembali ke masyarakat. Mereka perlu diberikan ruang untuk belajar bertanggung jawab, bekerja, berinteraksi dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Khairul.»

Menurut dia, pengabdian sosial menjadi bagian penting dari proses tersebut. Masa pra bebas tidak semestinya hanya diisi dengan menunggu administrasi pembebasan, tetapi juga dimanfaatkan untuk membangun kembali kepercayaan dan rasa tanggung jawab.

“Ketika seorang warga binaan membersihkan taman, merapikan lingkungan, atau membantu fasilitas publik, di situ ada proses membangun kembali kepercayaan dan rasa tanggung jawabnya kepada masyarakat,” katanya.

Program tersebut juga didukung aplikasi JEMARIPAS sebagai sarana penghubung antara masyarakat, khususnya pengelola ruang layanan publik, dengan warga binaan yang mengikuti program pengabdian sosial.

Melalui aplikasi itu, pengelola ruang layanan publik dapat mengajukan kebutuhan kegiatan, mulai dari pembersihan lingkungan, perawatan taman, pengecatan hingga penataan fasilitas dan perlengkapan.

Dengan mekanisme tersebut, kebutuhan masyarakat dapat dipertemukan dengan keterampilan dan tenaga warga binaan secara lebih terkoordinasi.

Program pengabdian sosial ini diperuntukkan bagi warga binaan yang memasuki masa menjelang bebas, baik yang dipersiapkan menuju bebas murni maupun pembebasan bersyarat, dengan tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga mendapat pengawalan kepolisian guna memastikan keamanan dan ketertiban selama warga binaan berada di lingkungan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah pihak, yakni Lapas Kelas IIA Rantauprapat, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Kepolisian Resor Labuhanbatu, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan yang tidak hanya berlangsung di dalam lapas, tetapi juga terhubung dengan lingkungan sosial tempat warga binaan nantinya kembali.

Bagi masyarakat Kelurahan Ujung Bandar, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung berupa lingkungan yang lebih bersih dan tertata. Sementara bagi warga binaan, keterlibatan dalam kegiatan sosial menjadi pengalaman untuk membangun kembali kepercayaan diri serta hubungan positif dengan masyarakat.

“Reintegrasi bukan hanya tentang mengembalikan seseorang ke masyarakat, tetapi bagaimana mempersiapkan agar ketika kembali, ia memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada masyarakat,” kata Khairul.

Ia berharap INTEGRITAS dan JEMARIPAS dapat terus memperkuat proses reintegrasi sosial sejak masa pra bebas. Dengan demikian, warga binaan tidak hanya dipersiapkan untuk kembali ke masyarakat, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara positif setelah menjalani masa pidana.

INTEGRITAS: Menjelang Bebas, Mengabdi untuk Masyarakat.

(Ali Doar Nasution S.Pd) 

Chat with us on WhatsApp