Klarifikasi Manajemen Rayon Helvetia: Security yang Ikut Tebang Tebu Sedang Off Duty, Bukan Pelanggaran Tugas
MATANUSANTARABERITA.my.id | Deli Serdang,Hamparan Perak– Manajemen Rayon Helvetia memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan penyalahgunaan tugas personel keamanan (security) outsourcing yang disebut ikut melakukan penebangan tebu di area kerja perusahaan.
Manajer Tanaman Rayon Helvetia, Tomy Fadilah, menegaskan bahwa personel keamanan yang terlihat membantu kegiatan penebangan tebu merupakan petugas yang sedang dalam kondisi off duty atau tidak sedang menjalankan tugas pengamanan.
Penegasan tersebut disampaikan Tomy saat menerima pimpinan redaksi salah satu media untuk memberikan penjelasan langsung terkait informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Personel security yang ikut menebang tebu adalah mereka yang sedang lepas dinas atau off duty, sehingga tidak mengganggu tugas utama mereka sebagai petugas pengamanan di Rayon Helvetia,” ujar Tomy dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Ia membantah adanya penyalahgunaan wewenang maupun penugasan di luar tanggung jawab utama terhadap personel keamanan sebagaimana yang diberitakan sebelumnya.
Menurut Tomy, keterlibatan security dalam aktivitas tersebut murni dilakukan secara sukarela oleh personel yang ingin memperoleh tambahan penghasilan di luar gaji rutin mereka.
Keterangan itu turut diperkuat oleh Hermansyah selaku Bapam di lokasi yang menyatakan tidak ada unsur paksaan dari pihak manajemen maupun atasan keamanan terhadap personel security.
“Tidak ada paksaan ataupun tekanan. Mereka ikut atas kemauan sendiri karena ingin mendapat tambahan pendapatan dari upah penebangan tebu,” jelas Hermansyah.
Hal senada disampaikan Danton Security outsourcing, Pairin, yang menyebut para anggotanya justru antusias mengikuti pekerjaan tambahan tersebut saat sedang tidak bertugas.
Menurutnya, penghasilan tambahan dari kegiatan penebangan tebu cukup membantu meningkatkan pemasukan personel.
Namun, ia mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut sementara dihentikan dalam beberapa hari terakhir menyusul munculnya pemberitaan terkait polemik tersebut.
Meski demikian, para personel security disebut berharap dapat kembali dilibatkan apabila diperbolehkan oleh manajemen.
“Mereka siap jika nantinya diperbolehkan kembali, bahkan berkomitmen tidak mengenakan atribut security saat ikut menebang tebu agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat,” kata Pairin.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, manajemen Rayon Helvetia berharap informasi yang berkembang dapat dipahami secara utuh sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun spekulasi di tengah publik.
(Red)